Pernikahan Tanpa Sex


Shioharimau.com, Jakarta - Hilangnya aktivitas seksual di kehidupan rumah tangga menjadi momok bagi setiap pasangan. Pembicaraan mengenai seks yang masih dianggap tabu - bahkan bagi pasangan itu sendiri - semakin mempersulit pasangan mendapatkan solusi terbaik, atau sekedar berbagi.

Padahal, beberapa penelitian mengungkapkan fakta yang mengejutkan mengenai kadar aktivitas seksual ini. Melansir dari laman Prevention, Kamis (7/9/2017), the New York Times mengungkapkan penemuan kata kunci "sexless marriages" (pernikahan tanpa sex) di Goole adalah topik yang banyak di bicara kan.

The Guardian juga melaporkan penelitian Georgia State University bahwa 15 persen pasangan yang menikah tidak melakukan hubungan intim selama 12 bulan. Artinya, sexless marriage itu memang hadir di antara banyak pasangan.

Sexless marriage mungkin bisa berbeda arti untuk beberapa orang. Pada beberapa orang, sexless marriage berarti tidak pernah melakukan hubungan sex, tapi bagi pasangan lain bisa berarti hubungan intim yang merenggang atau bahkan menghilang.

Kehidupan rumah tangga dengan segala problematikanya -- anak, tagihan, keluarga besar, atau yang bersifat  psikologis seperti penolaka -- bisa menjadi salah satu pemicunya.

Namun yang paling memperparah keadaan ini adalah bahwa kala pasangan memilih untuk tidak membicarakan hilangnya seks karna rasa malu,terlanjur marah, ego untuk menyalahkan pasangan, atau rasa frustasi.


Perubahan Ritme Hubungan 


Perubahan romantisme kehidupan dari masa pacaran, pernikahan masa awal sampai usia pernikahan yang lama, pasti terjadi pada setiap pasangan. Ditambah lagi dengan benyaknya perubahan kegiatan sehari-hari yang akhirnya mempengaruhi seksual.

Coba anda ingat, kapan terakhir anda menggoda pasangan anda? Atau saling berbagi fantasi seksual bersama?

Menelantarkan problem ini berkepanjangan tentu berbahaya bagi kehidupan rumah tangga. Namun beraksi hanya menyalahkan pasangan, menudingnya dengan dugaan-dugaan, hanya memperparah suasana. Coba untuk kembali mengungkapkan hasrat terhadap pasangan.

Tidak perlu langsung mencoba dengan cara yang ekstrim, cukup mulai dengan sentuhan, perasaan, dan kasih. Awalnya memang cukup sulit.

Rasa canggung untuk mulai memberi perhatian dengan situasi yang sudah terlanjur "dingin" atau malu untuk memulai akan terasa berat di awal. Tapi jangan lupa, mungkin saja pasangan merasakan hal yang sama. 


www.shioharimau.com
 
Share on Google Plus

About PaitoHarimauPutih

0 comments:

Post a Comment