Main di Kos2an Pacar


Shioharimau.com, Walaupun bulan ini penuh dengan kesibukan gw, gw termasuk orang yang sangat susah untuk dapat mengontrol keinginan seks atas wanita. Pengalaman ini gw alami beberapa hari sebelum bulan-bulan sibuk gw yang lalu di tempat kost. Di tempat kost kami berlima dan hanya ada satu-satunya cewek di kost ini, namanya Susi. gw heran ibu kost menerima anak perempuan di kost ini. Oh, rupanya Susi bekerja di dekat kost sini.

Susi cukup cantik dan kelihatan sudah matang dengan usianya yang relatif sangat muda, tingginya kira-kira 163 cm. Yang membuat gw bergelora adalah tubuhnya yang putih dan kedua buah dadanya yang cukup besar.Ahh, kapan gw bisa mendapatkannya, pikir gw. Menikmati tubuhnya, menancapkan penisku ke vaginanya dan menikmati gelora kegadisannya.


Perlu pembaca ketahui, umur gw sudah 33 tahun. Belum menikah tapi sudah punya pacar yang jauh di luar kota. Soal hubungan seks, gw baru pernah dua kali melakukannya dengan wanita. Pertama dengan Mbak Anik, teman sekantor gw dan dengan Esther. Dengan pacar gw, gw belum pernah melakukannya. Swear..! Beneran.


Kami berlima di kost ini kamarnya terpisah dari rumah induk ibu kost, sehingga gw dapat menikmati gerak-gerik Susi dari kamar gw yang hanya berjarak tidak sampai 10 meter. Yang gila dan memuncak adalah gw selalu melakukan masturbasi minimal dua hari sekali.


gw paling suka melakukannya di tempat terbuka. Kadang sambil lari pagi, gw mencari tempat untuk melampiaskan imajinasi seks gw.

Sambil memanggil nama Susi, crot crot crot.., muncratlah sperma gw, enak dan lega walau masih punya mimpi dan keinginan menikmati tubuh Susi. gw juga suka melakukan masturbasi di rumah, di luar kamar di tengah malam atau pagi-pagi sekali sebelum semuanya bangun. gw  keluar kamar dan di bawah terang lampu neon atau terang bulan, gw telanjangi diri gw dan mengocok penis gw, menyebut-nyebut nama Susi sebagai imajinasi senggama gw. Bahkan, gw  pernah melakukan masturbasi di depan kamar Susi, gw muntahkan sperma gw menetesi pintu kamarnya. Lega rasanya setelah melakukan itu.


Susi gw amati memang terlihat seperti agak binal. Suka pulang agak malam diantar cowok yang cukup altletis, sepertinya pacarnya. Bahkan beberapa kali gw lihat suka pulang pagi-pagi, dan itu adalah pengamatan gw sampai kejadian yang menimpa gw beberapa hari sebelum bulan itu.


Seperti biasanya, gw melakukan masturbasi di luar kamar gw . Hari sudah larut hampir jam satu dini hari. gw melepas kaos dan celana pendek, lalu celana dalam gw. gw telanjang dengan Tangan kiri memegang tiang dan tangan kanan mengocok penis gw, sambil gw sebut nama Susi. Tapi tiba-tiba gw terhenti mengocok penis gw, karena memang Susi entah tiba-tiba tengah malam itu baru pulang.


Dia memandangi gw dari kejauhan, melihat diri gw telanjang dan tidak dengan cepat-cepat membuka kamarnya. Sepertinya gw tangkap dia tidak grogi melihat gw, tidak juga gw tangkap keterkejutannya melihat gw. gw yang terkejut.

Setelah dia masuk kamar, dengan cuek gw anjutkan masturbasi gw dan tetap menyebut nama Susi. Yang gw rasakan adalah seolah gw menikmati tubuhnya, bersenggama dengannya, sementara gw tidak tahu apa yang dipikirkannya tentang gw di kamarnya. Malam itu gw tidur dengan membawa kekalutan dan keinginan yang lebih dalam.


Paginya, ketika gw bangun, sempat gw sapa dia.

“Met pagi..” kata gw sambil mata gw mencoba menangkap arti lain di matanya. Kami hanya bertatapan.


Ketika makan pagi sebelum berangkat kantor juga begitu.


“Kok semalam sampai larut sih..?” tanya gw.

“Kok tak juga diantar seperti biasanya..?” tanya gw lagi sebelum dia menjawab.

“Iya Mas, gw lembur di kantor, temen gw sampai pintu gerbang saja semalam.” jawabnya sambil tetap menunduk dan makan pagi.


“Semalam nggak terkejut ya melihat gw..?” gw mencoba menyelidiki.


Wajahnya memerah dan tersenyum. Wahh.., serasa jantung gw copot melihat dan menikmati senyum Susi pagi ini yang berbeda. gw rasanya dapat tanda-tanda nih, sombongnya hati gw.


Rumah kost kami memang tertutup oleh pagar tinggi tetangga sekeliling. Kamar gw berada di pojok dekat gudang, lalu di samping gudang ada halaman kecil kira-kira 30 meter persegi, tempat terbuka dan tempat untuk menjemur pakaian. Tanah ibu kost gw in cukup luas, kira-kira hampir 50 X 100 m. Ada banyak pohon di samping rumah, di samping belakang juga. Di depan kamar gw ada pohon mangga besar yang cukup rindang.


Rasanya nasib baik berpihak pada gw. Sejak saat itu, kalau gw berpapasan dengan Susi atau berbicara, gw dapat menangkap gejolak nafsu di dadanya juga. Kami makin akrab. Ketika kami berbelanja kebutuhan Puasa di supermarket, gw katakan terus terang saja kalau gw sangat menginginkannya. Susi diam saja dan memerah lagi, dapat gw lihat walau tertunduk.


gw mengajaknya menikmati malam Minggu tengah malam kalau dia mau. gw akan menunggu di halaman dekat kamar gw, kebetulan semua teman-teman kost gw pulang kampung. Yang satu ke Solo, istrinya di sana, tiap Sabtu pasti pulang. Yang satunya pulang ke Temanggung, persiapan Puasa di rumah.

gw harus siapkan semuanya. gw siapkan tempat tidur gw dengan sprei baru dan sarung bantal baru. gw mulai menata halaman samping, tapi tidak begitu ketahuan. Ahh, gw ingin menikmati tubuh Susi di halaman, di meja, di rumput dan di kamar gw ini. Betapa menggairahkan, seolah gw sudah mendapat jawaban pasti.


Sabtu malam, malam semakin larut. gw tidur seperti biasanya. Juga semua keluarga ibu kost. gw  memang sudah nekat kalau seandainya ketahuan. gw sudah tutupi dengan beberapa pakaian yang sengaja gw cuci Sabtu sore dan gw letakkan di depan kamar gw sebagai penghalang pandangan. Tidak lupa, gw sudah menelan beberapa obat kuat/perangsang seperti yang diiklankan.


Tengah malam hampir jam setengah satu gw keluar. Tidak gw lihat Susi mau menanggapi. Kamarnya tetap saja gelap. Seperti biasa, gw mulai melepasi baju gw sampai telanjang, tangan kiriku memegangi tiang jemuran dan tangan kanan gw mengocok penis gw. Sambil  gw sebut nama Susi, gw pejamkan mata gw, gw bayangkan sedang menikmati tubuh Susi. Sungguh mujur gw itu. Di tengah imajinasi gw, dengan tidak gw ketahui kedatangannya, Susi telah ada di belakang gw.


Tanpa malu dan sungkan dipeluknya gw, sementara tangan gw masih terus mengocok penis gw.


Diciuminya punggung gw, sesekali digigitnya, lalu tangannya meraih penis gw yang menegang kuat.


“Susi.. Susii.. achh.. achh.. nikmatnya..!” desah gw menikmati sensasi di sekujur penis gw dan tubuh gw yang terangkat tergelincang karena kocokan tangan Susi.


“Uhh.. achh.. Susi, Susii.. ohhh.. gw mau keluar.. ohh..” desah gw lagi sambil tetap berdiri.

Kemudian gw lihat Susi bergerak ke depan gw dan berlutut, lalu dimasukkannya penis gw ke mulutnya.


“Oohhh Susi… Uhh Susiiii.., susiiii… Nikmat sekali..!” desah gw ketika mulutnya mengulumi penis gw kuat-kuat.


Akhirnya gw tidak dapat menahannya lagi, crott.. crot.. crot.., spema gw memenuhi mulut Susi, membasai penis gw dan ditelannya. Ahh anak ini sudah punya pengalaman rupanya, pikir gw.

Lalu Susi berdiri dengan mulut yang masih menyisakan sperma gw, gw memeluknya dan menciuminya. Ahh.., kesampaian benar cita-cita gw menikmati tubuhnya yang putih, lembut, sintal dan buah dadanya yang menantang.

gw lumati bibirnya, gw sapu wajahnya dengan mulut gw. gw lihat dia memakai daster yang cukup tipis. BH dan celana dalamnya kelihatan menerawang jelas. Sambil terus gw ciumi Susi, tangan gw berkeliaran merayapi punggung, dada dan pantatnya. Ahh.. gw ingin menyetubuhi dari belakang karena sepertinya pantatnya sangat bagus. gw segera melepaskan tali telami dasternya di atas pundak, gw biarkan jatuh di rumput.


Ahh.., betapa manis pemandangan yang gw lihat. Tubuh sintal Susi yang hanya dibalut dengan BH dan celana dalam. Wahhh.., membuat penis gw mengeras lagi. gw lumati lagi bibirnya, gw  menelusuri lehernya.


“Ehh.., ehhh..!” desis Susi menikmati cumbuan gw.

“Ehh.., ehhh..!” sesekali dengan nada agak tinggi ketika tangan gw menggapai daerah-daerah sensitifnya.


Kemudian kepalanya mendongak dan buah dadanya gw ciumi dari atas. O my God, betapa masih padat dan montok buah dada anak ini. gw mau menikmatinya dan membuatnya mendesis-desis malam ini. Tangan gw yang nakal segera saja melepas kancing BH-nya, gw buang melewati jendela kamar gw, entah jatuh di mana, mungkin di meja atau di mana, gw tidak tahu. Uhhh.., gw segera memandangi buah dada yang indah dan montok ini. Wah luar biasa, gw putari kedua bukitnya. gw tetap berdiri. bergantian gw kulumi puting susunya. Ahh.., menggairahkan.


Terkadang dia mendesis, terlebih kalau tangan kanan gw atau kiri gw juga bermain di putingnya, sementara mulut gw menguluminya juga. Tubuhnya melonjak-lonjak, sehingga pelukan tangan kanan atau kiri gw seolah mau lepas. Susi menegang, menggelinjang-gelinjang dalam pelukan gw. Lalu gw kembali ke atas, gw telusuri lehernya dan mulut gw berdiam di sana. Tangan gw sekarang meraih celana dalamnya, gw tarik ke bawah dan gw bantu melepas dari kakinya. Jadilah kami berdua telanjang bulat.


gw tangkap kedua tangan Susi dan gw ajak menjauh sepanjang tangan, kami berpandangan penuh nafsu di awal bulan ini. Kami sama-sama melihat dan menjelajahi dengan mata tubuh kami masing-masing dan kami sudah saling lupa jarak usia di antara kami. Penis gw menempel lagi di tubuhnya, enak rasanya. gw memutar tubuhnya, gw sandarkan di dada gw dan tangannya memeluk leher gw .


Kemudian gw remasi buah dadanya dengan tangan kiri gw, tangan kanan gw menjangkau vaginanya. gw lihat taman kecil dengan rumput hitam cukup lebat di sana, lalu gw raba, gw coba sibakkan sedikit selakangannya. Susi tergelincang dan menggeliat-geliat ketika tangan gw berhasil menjangkau klitorisnya. Seolah dia berputar pada leher gw, mulutnya gw biarkan menganga menikmati sentuhan di klitorisnya sampai terasa semakin basah.

gw bimbing Susi mendekati meja kecil yang gw siapkan di samping gudang. gw suruh dia membungkuk. Dari belakang, gw remasi kedua buah dadanya. gw lepas dangw ciumi punggungnya hingga turun ke pantatnya. Selangkangannya semakin membuka saja seiring rabaan gw .


Setelah itu gw turun ke bawah selakangannya, dan dengan penuh nafsu gw jilati vaginanya.

Mulut gw menjangkau lagi daerah sensitif di vaginanya sampai hampir-hampir kepala gw terjepit.


“Oohh.., ehh.., gw nggak tahan lagi.., masukkan..!” pintanya.


Malam itu, pembaca dapat bayangkan, gw akhirnya dapat memasukkan penis gw dari belakang. gw masukkan penis gw sampai terisi penuh liang senggamanya. Saat penetrasi pertama gw  terdiam sebelum kemudian gw genjot dan menikmati sensasi orgasme. gw tidak perduli apakah ada yang mendengarkan desahan kami berdua di halaman belakang. gw hanya terus menyodok dan menggenjot sampai kami berdua terpuaskan dalam gairah kami masing-masing.


gw berhasil memuntahkan sperma gw ke vaginanya, sementara gw mendapatkan sensasi jepitan vagina yang hebat ketika datang orgasmenya. gw dibuatnya puas dengan kenyataan imajinasi gw malam Minggu itu. Sabtu malam atau minggu dini hari yang benar-benar hebat. gw  bersenggama dengan Susi dalam bebrapa posisi. Terakhir, sebelum posisi konvensioal, gw  melakukan lagi posisi 69 di tempat tidur.


Ahh Susi, dia berada dalam pelukan gw sampai Minggu pagi jam 8 dan masih tertidur di kamar gw. gw bangun duluan dan agak sedikit kesiangan. Ketika melihat ke luar kamar, ohh tidak ada apa-apa. gw lihat kedua cucu ibu kost gw sedang bermain di halaman. Mereka tidak mengetahui di tempat mereka bermain itu telah menjadi bagian sejarah seks hidup gw dan Susi.






www.shioharimau.com/register
Share on Google Plus

About PaitoHarimauPutih

0 comments:

Post a Comment