Nafsu lihat Dada ... WOW !!!


Shioharimau.com, Sore itu, gw sedang di ruang tamu ketika seorang tamu mengetuk pintu. Malas-malasan gw berdiri dan menuju pintu. Ternyata, Teh Yeni, temen nyokap. “Mama ada?” tanyanya sambil menuju ruang tamu..“Gak ada Teh, Mama masih di Bandung. Mungkin besok pagi baru pulang. Atau malam ntar…” Teh Yeni kecewa. Ia menyandarkan tubuhnya yang dibungkus jilbab putih.

“Capek banget kayaknya Teh,”gw berbasa-basi.

“IYa, abis keliling nawarin baju ke pelanggan.”

Teh Yeni adalah teman ibu gw. Ia seorang janda, 43, anak masih smp. Ia sering mengambil produk baju wanita atau pria dari Ibu yang seorang distributor pakaian. Ia mengeluarkan barang2 dari dalam tas besarnya. Diletakkan di atas meja.

“YA udah, Teteh titip aja ke kamu. Ini barang dipulangin, mau diganti dengan produk lain aja.”

Tampak pakaian dalam wanita. gw tercekat. BH-BH itu beraneka warna dan ukuran.

“Kenapa dipulangin Teh?”tanya gw iseng sambil lalu.

“Kurang laku, ukurannya besar2. Pelanggan Teteh jarang yang big size. Lebih enak jual yang ukuran sedang dan kecil.”

Teteh meminta gw ambil BH-BH dari gudang di belakang rumah. Kemudian Teteh Yeni sibuk memilih2.

“BAntuin Teteh atuh?”

“Gak ngerti Teh yang ukuran kecil atau sedang gimana?”

“Kamu liat ukurannya 34 ke bawah, itu sedang atau kecil.”
gw lalu memilah-milah sesuai permintaan.
“KAmu salah, itu besar. itu CUP D besar.”

“Ohh…harusnya berapa?”

“B atau A…”

Setelah dapat yang diinginkan, Teh Yeni minum air es yang gw sediakan. gw membereskan bh2 itu dan membawa ke gudang. Tapi ketika kembali Teh Yeni minta tolong lagi.

“Oh ya Boy, Teh minta lagi dong bh2 itu. Teteh mau ambil 2 biji.Tapi ambil yang besar2 aja ya…”

gw kembali ambil kedua BH itu. Teh Yeni memilih ukuran 38C, tapi ia tampak bingung. Tapi ia memutuskan ambil warna putih berenda dan warna hitam.

“Buat siapa Teh? Katanya gak laku?”

Teh Yeni senyum, manis sekali.

“Buat Teteh pakai…”

gw tercekat. Entah kenapa mata gw spontan melirik ke bagian toket yang tertutup baju itu. Benarkah toket nya itu sebesar itu? gw tak yakin, tidak ada tanda-tandanya. Kelihatan tidak membusung alias datar2 aja.

“Ohh…”

“Kenapa kaget gitu Boy…?”

Teh Yeni orangnya supel. Dia suka blak2 an. Meski orang Sunda, tapi dia menjaga sikap dan prinsip hidupnya.Hingga kini ia belum juga dapat suami baru lagi. Memang pernah ia berpacaran beberapa kali, itu kata Ibu gw.Tapi kandas di tengah jalan.

Gara2 ia memberi tahu rahasia seksual yang dijaganya selama ini, gw jadi horny. Padahal selama ini gw tidak pernah seperti itu.Pikiran nakal merasuki kepala gw. Tapi dia teman Ibu gw? gw tak peduli. gw akan merayunya. gw akan berakting pura2 lugu. Itu jebakan buat dia nanti. gw harus bisa menyaksikan keindahan toket miliknya.

“Teh, boleh Boy pilihkan gak ?”

Teh Yeni menoleh ke arah gw.

“Boleh…bagus yang model mana?”

“Warnanya sih udah ok. Model transparan gitu bagus deh. Terus ada renda-rendanya.”

Janda berjilbab itu senyum.

“Hmmm.gitu yaa…”

“bentar Teh…gw ambilin katalog dulu ya dari kamar Mama…”

Katalog itu gw serahkan ke Teteh. Di dalam majalah berwarna itu tampak berbagai model BH yang dikenakan model-model sesuai ukuran, tipe atau merk. Tentu saja model2nya orang bule. Teteh membolak-balik halaman dengan serius.

“Sini…liatin yang bagus yang mana…”

gw mendekati Teteh di sofa. Harum semerbak tubuhnya menyergap hidung gw. Begitu menggoda, merangsang dan membangkitkan kejantanan gw. gw melirik wajahnya. Meski kulit wajahnya sudah tidak semulus gadis lagi, tapi sisa-sisa keayuan masa lalu masih ada. Bibirnya mungil, dipoles lipstick tipis. Dia cantik secara alami.

“Teh yang ini ok…”

Teh Yeni menganggu setuju. “Tapi Mama kamu gak ada tipe ini…”

gw kecewa karena menurut gw BH itu sangat seksi. Berukuran besar, menyanggah payudara si model yang setengah baya dengan anggun. Putingnya tampak menerawang dan sebagian besar gundukan toket nya terbuka.

“Tapi yang punya Ibu kamu ini hampir mirip kok. Cuma kancingnya di belakang…”kata Teh Yeni.

Kami melihat-lihat halaman lain.

“Teh…ukurannya gede-gede yaa…”

“Iya…eh, tapi ngomong2 kamu jangan cerita ke Ibu kamu Teteh bhnya dipilih2 sama kamu yaa…”

gw manggut.

“Kenapa Teteh ukuran toket nya bisa besar kayak orang bule?”tanya gw pura2 lugu.

Janda itu mencubit lengan gw.

“Sejak lahirin anak, jadi besar toket nya.”

gw duduk menyender di sofa. Teh Yeni juga.

“Teh gak dicoba dulu bh nya?”

“Gak usah…pasti pas kok…”

“Oya…dulu suami suka pilihin model bh Teteh…”

“Waktu gadis iya…tapi udah punya anak gak pernah…lagian dia gak suka ukuran besar…”

gw pura2 kaget. “Masa sih Teh? Kan enak toket yang ukuran besar…?”

Teh Yeni menoleh ke arah gw. “Nakal ya…kamu dah pengalaman…emang pernah rasain toket gede …?”

“Blom sih…dulu pacar gw sedang…”

“Terus kok bias tahu yang toket gede enak…”

“Kalo liat di film porno…kayaknya yang toket besar itu enak menurut gw.”

“Tapi suami mbak dulu gak suka.”

“Menurut gw bodoh, laki2 gak suka ukuran mbak…Itu kan keindahan, seksi banget…”

Teh Yeni tersanjung. Senyumnya indah banget.

Sesaat suasana hening. gw gelisah, karena penis gw sudah mengejang dalam posisi miring.

“Teh benar gak sih…perempuan ukuran besar itu nafsunya gede juga yaa…”

Teh Yeni ketawa lebar. “Mungkin..kamu aneh2 aja…tergantung…”

gw menatapnya erat2. Semakin dekat.

“Tergantung apa Teh?”

Teh Yeni jadi gugup. Ini sudah saatnya. gw genggam tangannya.

“Teh…kalo gw suka yang besar…kalo Teteh suka cowok yang besar juga?”

Pernyaan gw membuat Teh Yeni salah tingkah.

“Kamu jangan ngomong seks terus…ntar kamu jadi nafsu lagi…”

“Biarin Teh…”gw tarik tubuh Teh agar bersandar di sofa.

“Enak gini, biar Teteh bias istirahat. Kasihan capek kan?”

Sepasang mata mungil itu menatap gw sendu. Teh Yeni memandangi gw dengan tatapan kosong. Ia menarik wajah gw semakin dekat dan melumat bibir gw dengan lembut. Betapa lembutnya bibir janda manis ini. Teh Yeni menarik tubuh gw semakin rapat.

Tangannya melingkari bahu gw. gw biarkan ia mengendalikan situasi. Usai berciuman, ia melepas penutup kepalanya. Rambutnya yang hitam tergerai. Ia memiringkan kepalanya ke kiri, menampakkan leher yang jenjang.

“Teteh cantik…”

Ia mengembangkan senyum. Ia melumat bibir gw lagi sambil memeluk gw erat erat. gw mulai terpancing. gw jilati wajahnya, lehernya dan memandangi bagian toket nya yang masih tertutup itu. Teh Yeni senyum kecil. Dia bangkit dan melepas restleting jubah panjangnya di bagian depan. BH warna putih itu menampakkan sebagian dagingnya. Dia sengaja tak melepas seluruh pakaiannya. gw  suka caranya.

“Kamu mau tetek Teteh?”

gw manggut kayak anak kecil. Teh Yeni menarik kepala gw dan membenamkan di belahan BH putih itu. gw merasakan daging kenyal itu, gw jilati dan gw ciumi dengan lembut. Wanginya sangat alami dan khas. Sulit gw gambarkan aroma itu.

gw membantu melepas baju itu hingga ke pinggang.

Sekarang BH itu terpampang jelas. BEgitu besar menyangga isinya yang super besar itu.

“Teh, ini mah gede banget.”

“KAmu suka gak?”

gw menjawabnya dengan remasan. gw gemas sampai bh itu nyaris terlepas karena tangan gw

gw amati bentuk toket Teh Yeni. Besar, panjang, putih dengan urat2 halus di sebagian tubuh buah dadanya. KEmbali gw menjilati seluruh bagian tetek besar itu. Teh Yeni sesekali memejamkan mata atau menjerit kecil setiap gw mengulum putingnya. Tidak cuma payudara besar, janda ini juga punya pantat yang montok. Luar biasa besar. CERITA DEWASA

Ia melirik ke bagian selangkangan gw. Celana jins itu dilepasnya pelan2. PEnis gw yang miring di cd dicengkramnya. Kemudian dilepasnya cd gw dengan cepat. Teteh melotot sejenak. Batang penis gw keras dan panjang. Kepala penis yang merah itu jauh leabih besar dari batangnya.

“Ya ampun…Boy..penis kamu gede juga.”

Sebelum mengulumnya, Teteh menjepit penis gw di antara payudaranya. Kemudian dikulumnya dengan lembut. Lalu dikocok-kocoknya. gw terbuai oleh belaiannya. Dia begitu pintar. Teh Yeni  mencium setiap inci batang penis gw. Ketika tiba di bagian penis dia langsung membasahi dengan lidahnya dan melumatnya. Begitu berulang2. Tanpa berlama2, gw segera melepas cd putih miliknya.

Bagian vagina itu bersih tanpa bulu. Lubangnya gw basahi dengan liur dan gw arahkan penis gw ke liang itu. Aksi membuat ia menjerit2. Tusukan penis gw menghujam hingga mentok ke dasarnya. gw miringkan ia, tusukan itu terus mengayun. Bahkan posisi favorit gw pun, ia menikmatinya. Pantat yang menungging itu menunggu ditusuk oleh batang penis panjang ini.

gw tekan penis gw ke liangnya dalam posisi doggy style.Pantat besar itu menahan gempuran itu. Jeritan Teteh makin keras. gw begitu sibuk. Kedua payudara itu pun tak lepas dari cengkraman gw. gw remas2 sekuat mungkin. Setengah jam berlalu dihiasi tusukan penis dan suara manja Teteh.

gw bopong tubuh sintal itu ke kamar. Di ranjang, ia gw rebahkan.Tapi Teteh bangkit dan meneteki gw  di atas ranjang. gw seperti anak kecil yang haus kasih sayang. Teteh memandangi gw dengan lembut, persis seorang Ibu. Sambil membelai2 rambut gw. Kata-katanya pun terdengar lembut dan membuai gw.

“Kamu hebat banget sih. Teteh puas banget.Kamu puas gak sama Teteh?”

gw lepas mulut gw dari putingnya.

“Puas Teh. Teteh seksi banget.Teteknya enak banget.Gede sih…”

Teteh membantu gw meraih putingnya. gw jilati lagi dengan mulut gw. gw gigit2 kecil. Sementara tak gw sangka, penis gw sudah digenggamnya. Dikocok2nya.

“Kamu lama ya keluarnya. Suami teteh dulu sih cepat keluar.”

TEteh lalu tidur tengkurap. Pantat besar itu gw jilati. Lalu, gw angkat sedikit dan  gw arahkan penis gw ke memeknya.gw goyang memek itu dengan penis gw berkali2. Teteh meronta liar. Tusukan gw membuat ia menahan sakit dan nikmat tiada tara. Tiba-tiba ia bangkit dan membentuk pantat yang membulat besar.gw gempur lagi sampe tubuhya bergetar hebar. Teteh mengaku mencapai klimaks.

Tapi itu bukan yang pertama. Di kamar mandi, dalam posisi setengah berdiri, lagi2 pantat besar itu gw hujami kontol perkasa ini. Puncaknya, gw capai klimaks. Teteh gw minta untuk mengulum dan siap2 menelan sperma. Ini untuk pertama kali ia mau melakukannya. Tidak dengan suaminya atau pacarnya dulu. Kami mandi bersama.

Usai mandi, gw memasang bh baru untuk toket nya yang nikmat itu. Di cermin gw pandangi ia dari belakang. SAmbil gw peluk, bh itu tampak sempurna.
. Teh Yeni melepas bh itu dan melemparnya di ranjang. Puting2 itu coklat muda dan begitu mungil. Janda jilbab itu menjulurkan puting itu ke mulut gw. gw isap puting itu dengan lembut dan gw mainkan dengan lidah gw. Teh Yeni merintih geli.





www.shioharimau.com/register
 
Share on Google Plus

About PaitoHarimauPutih

0 comments:

Post a Comment