Top 3: Capaian Ekonomi RI di Tangan Jokowi


PAITOHARIMAUPUTIH.GA,-  Jakarta Indonesia mencetak pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen pada kuartal I-2018. Dengan realisasi tersebut, jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan, sementara angka pengangguran turun karena dorongan investasi yang cukup tinggi.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin (28/5/2018), realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I ini lebih tinggi dibanding capaian pada periode sama tahun lalu yang sebesar 5,01 persen.

Artikel mengenai capaian ekonomi Indonesia tersebut menjadi salah satu berita yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

1. Menilik Capaian Ekonomi RI di Tangan Jokowi-JK Selama Hampir 4 Tahun
Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin (28/5/2018), realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I ini lebih tinggi dibanding capaian pada periode sama tahun lalu yang sebesar 5,01 persen.

Dalam kurun waktu 2014-2017, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5 persen. Pada 2014, ekonomi nasional bertumbuh 5,02 persen. Lalu turun menjadi 4,88 persen di 2015.

Naik lagi menjadi 5,03 persen pada 2016 dan 5,07 persen pada 2017. Target pemerintah, pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sebesar 5,4 persen pada tahun ini.


2. Bercanda Bawa Bom di Bandara, Penumpang Lion Air Diamankan Petugas
Seorang penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT 291 rute Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau (PKU) tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK), diamankan petugas karena melontarkan candaan soal bom. Akibat kejadian tersebut, yakni keterlambatan jadwal penerbangan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan, pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGV rute Pekanbaru-Cengkareng dalam kondisi laik terbang dan aman. Namun, pesawat harus terbang dengan jadwal terbaru pukul 15.54 WIB dari semula pukul 13.35 WIB. Pesawat telah mendarat di Cengkareng pada 17.22 WIB.

3. Soal THR PNS, PGRI Minta Pemerintah Ikut Perhatikan Guru Honorer
Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menilai, keputusan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai honorer di lingkup Kementerian dan Lembaga (K/L) merupakan sebuah tindakan yang tepat. Kendati demikian, kebijakan tersebut rupanya belum merangkul tenaga kependidikan di sekolah negeri maupun madrasah yang jumlahnya ratusan ribu.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan lewat akun resmi Facebook miliknya. Dia mengatakan jika pegawai kontrak atau non-PNS di tingkat pusat yakni K/L seperti sekretaris, satpam, pengemudi, petugas kebersihan dan pramubhakti (cleaning service), akan dibayarkan tambahan honor sebesar 1 bulan sebagai THR.

harimauputih.com/register

Share on Google Plus

About PaitoHarimauPutih

0 comments:

Post a Comment